Project

Profile

Help

Task #98180

closed

[wa] Temuan 1 dari 5 Keliru Baterai Ponsel yang Tersisa 10 Persen Mengeluarkan Radiasi Seribu Kali Leb...

Added by Harry Sufehmi about 1 month ago. Updated about 1 month ago.

Status:
Closed
Priority:
Normal
Assignee:
-
Start date:
06/24/2022
Due date:
% Done:

0%

Estimated time:
Company:
-
Contact person:
-
Additional contact persons:
-

Description

Request for fact check about

Temuan 1 dari 5: Keliru, Baterai Ponsel yang Tersisa 10 Persen Mengeluarkan Radiasi Seribu Kali Lebih Kuat

Status
-

Fakta

Klaim tersebut tidak memiliki basis data yang kredibel. Faktanya, ponsel (berapa pun level baterainya) memancarkan energi frekuensi radio tingkat rendah, sejenis radiasi non-pengion, yang tidak berbahaya bagi kesehatan. 
Ketua Departemen Fisika Kedokteran Klaster Medical Technology IMERI Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prasandhya Astagiri Yusuf, menjelaskan, seluruh ponsel komersial harus memenuhi syarat batas keamanan untuk konsumen. Untuk lolos syarat tersebut, seluruh ponsel diuji termasuk tingkat radiasi dalam keadaan baterai penuh hingga habis. “Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Prasandya kepada Tempo 15 Juni 2022. 
Menurut Prasandya, mungkin kekhawatiran orang karena ponsel menjadi lebih panas saat baterai menjelang habis. Kondisi itu, kata dia, karena ponsel menjadi tidak efisien saat mendekati baterai habis, kecuali pemilik ponsel menyalakan fitur “hemat baterai” atau “power saving”. Akan tetapi panas pada ponsel tersebut bukan berarti menyebabkan radiasi seribu kali lebih kuat. 
Panasnya ponsel juga bisa terjadi saat digunakan untuk menelepon dalam waktu lama. “Jadi jika ingin tetap nyaman, saat menelepon bisa menggunakan speaker phone, handsfree atau bluetooth earphone,” katanya menambahkan.
Selain itu, radiasi dari ponsel juga dipengaruhi oleh jarak ponsel ke BTS atau pemancar sinyal. Semakin jauh dari BTS (sinyal lemah), ponsel akan mengeluarkan radiasi lebih tinggi. 
Dikutip dari <a href="https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/cell-phones/do-cell-phones-pose-health-hazard#:~:text=Cell%20phones%20emit%20low%20levels%20of%20non%2Dionizing%20radiation%20when,increases%20cancer%20risk%20in%20humans." target="_blank" rel="noopener">Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA)</a> Amerika Serikat, ponsel memancarkan radiasi non-pengion tingkat rendah saat digunakan. Jenis radiasi yang dipancarkan oleh telepon seluler disebut juga sebagai energi frekuensi radio (RF). 
Para ahli FDA yang terdiri dari dokter, ilmuwan, dan insinyur secara teratur telah menganalisis studi ilmiah dan publikasi untuk meneliti efek paparan energi frekuensi radio dari ponsel terhadap kesehatan. Hasilnya, berdasarkan bukti ilmiah selama hampir 30 tahun, tidak ada kaitan antara paparan energi frekuensi radio dari penggunaan ponsel dengan masalah kesehatan, seperti kanker.
FDA juga memantau dan menganalisis data kesehatan masyarakat tentang tingkat kanker di Amerika Serikat. Data dengan jelas menunjukkan tidak ada peningkatan jumlah kasus kanker otak dan sistem saraf lainnya dalam 30 tahun terakhir meskipun pengguna ponsel meningkat besar. Faktanya, tingkat kanker otak dan sistem saraf lainnya yang didiagnosis di Amerika Serikat telah menurun selama sekitar 15 tahun terakhir.

Selengkapnya dapat dilihat melalui link
https://kalimasada.turnbackhoax.id/focus/9985

Click or copy-paste the url below in your browser to notify or invalidate the request.

Invalidate Request: https://kalimasada-1.turnbackhoax.id/menu-kalimasada/process.php?invalidate=73712

Notify Requesters: https://kalimasada-1.turnbackhoax.id/menu-kalimasada/process.php?notify=73712

From Cekfakta Kalimasada Whatsapp.

Actions #1

Updated by Harry Sufehmi about 1 month ago

  • Status changed from Open to Closed

Also available in: Atom PDF Tracking page