Project

Profile

Help

Task #9683

KELAPA & VIRUS CORONA, sebuah posting di facebook yang banyak dishare

Added by Muhammad Hafiz Riandi (muhammad.hafiz.riandi@gmail.com) from Muhammad Hafiz Riandi 7 months ago. Updated 4 months ago.

Status:
Closed
Priority:
Normal
Assignee:
Category:
-
Start date:
03/30/2020
Due date:
% Done:

100%

Estimated time:
Company:
Muhammad Hafiz Riandi
Contact person:
Muhammad Hafiz Riandi
Additional contact persons:
-

Description

Sumber saya dapati di
https://www.facebook.com/permalink.php?id=1918174965137825&story_fbid=2630095127279135
Pertama kali membaca teks ini via whatsapp di grup keluarga di mana ada
anggota keluarga yang share isi text dari postingan tersebut yang didapat
dari grup lain. Cukup meresahkan jika posting ini digunakan oleh
pihak-pihak tertentu untuk meraup keuntungan atau menyebabkan naiknya harga
VCO.

Terlampir adalah screenshot postingan.

Di bawah adalah text hoax tersebut:
KELAPA & VIRUS CORONA

Siapa yang menyangka ternyata minyak kelapa produk lokal negeri ini dapat
mendukung kesembuhan dari virus Corona.

Seorang warga Bekasi, Jawa Barat, Monica menceritakan kisahnya setelah
sempat divonis positif virus corona dan kini telah dinyatakan sembuh total.

Berikut kisah pengalaman perempuan yang akrab disapa Moni itu selama
diisolasi.

Moni menuturkan, ia pertama kali merasakan gejala virus pada awal Maret.
Saat itu badannya terasa demam dan badannya yang padat berisi mulai terasa
sakit semuanya, kondisi tubuhnya pun lemas. Tak hanya itu, nafasnya pun
mulai terasa sesak.

Curiga dirinya terpapar Corona, ia kemudian nekat memeriksakan diri
sendirian ke sebuah rumah sakit swasta di Bekasi.

Karena kondisinya terus memburuk, pada hari itu juga pihak rumah sakit
langsung merujuknya ke sebuah rumah sakit pemerintah di Bekasi untuk
melakukan rapid tes swab Corona pada tenggorokannya.

Esoknya ia kemudian diangkut ke RSUD Bekasi, dan langsung masuk dalam ruang
isolasi.

Di sana, Moni dengan kondisi yang masih memburuk menyadari dirinya telah
dikarantina di ruang isolasi khusus. Ia pun hanya bisa pasrah selama lima
hari berada di dalam ruangan isolasi itu dengan berbagay peralatan medis
menempel di tubuhnya.

"Saya dimasukkan ke ruang isolasi khusus. Dengan kondisi lemas bernapas pun
sudah tidak sampai, oksigen tidak maksimal. Saya berdua di ruang khusus itu
bersama seorang pasien lagi yang kondisinya juga sama parahnya. Semua alat
medis dipasang, bahkan tubuh saya pun dibungkus plastik," bebernya.

Moni mengisahkan, meski telah menerima berbagai macam vitamin, obat dan
infus, kondisi tubuhnya saat itu tak kunjung membaik.

Ia bahkan tak mampu lagi menelan makanan karena tenggorokannya terasa
kering dan membengkak akibat radang. Lidahnya pun mulai memutih, sebuah
tanda munculnya invasi bakteri sekunder.

Ia juga mengaku kesulitan buang air besar dan kecil selama bebarapa hari
terakhir.

Pada 18 Maret 2020, sekitar pukul 14.00 WIB, seorang kerabatnya yang
bernama Fransiskus Mangambe Simbolon alias Mbek menghubungi Moni via chat
WA untuk menanyakan keadaan saudaranya itu.

Ketika itu, Moni berkeluh kesah kepada Mbek bahwa dadanya terasa nyeri, dan
susah buang air besar.

Entah mendapat ilham darimana, saat itu Mangambe alias Mbe langsung
menyarankan Moni agar segera mengonsumsi minyak kelapa perawan (VCO). Mbek
bahkan menawarkan untuk langsung mengirimkan barang itu via layanan ojek
online. Ketika itu paket diterima langsung oleh mertuanya dan diteruskan
kepada Moni via orang dalam.

Untuk dosis awal, Mbek menyarankan agar Moni mengkonsumsi dua sendok makan,
tanpa sepengetahuan dokter yang menangani.

Tak lama setelah mengkonsumsi minyak itu, Moni merasa perutnya mulas serasa
dikocok-kocok, ia lalu bergegas ke kamar mandi. Moni mengisahkan tak lama
setelah masuk ke WC, untuk pertama kalinya ia dapat mengeluarkan isi
perutnya yang telah tertahan selama berhari-hari itu.

Menyadari adanya khasiat tak terduga dari minyak kelapa perawan itu,
harapan Moni untuk sembuh kembali muncul.

Dengan pantang menyerah ia mulai rutin mengkonsumsi vco itu karena gejala
virus Corona ditubuhnya semakin memburuk. Moni merasa dadanya sesak
sehingga memerlukan bantuan oksigen untuk bernapas.

Entah apa yang merasukinya, keesokan harinya Moni nekat menenggak satu
botol penuh minyak vco itu.

Tak lama, produk minyak kelapa yang banyak diproduksi usaha kecil dan
menengah di Indonesia itu langsung bereaksi penuh.

Efeknya langsung terasa.

Moni bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil. Demamnya juga mulai
turun, sebelumnya ia mengaku sempat kehilangan kesadaran beberapa kali. Ia
juga mulai bisa menelan makanan. Nafsu makannya juga mulai naik, ia tak
lagi muntah.

Selama lima hari di ruang isolasi khusus dengan berbagai peralatan medis
yang menempel, Moni mengaku waktu itu adalah hari-hari paling berat karena
ia tak dibolehkan untuk dikunjungi oleh sanak saudara.

Beruntung, saat itu baik dokter maupun perawat terus memberikan dorongan
semangat untuk hidup.

Alhasil, perlahan-lahan kondisinya semakin hari mulai membaik. Dan ia
kemudian bisa berjalan dan dipindahkan ke ruang isolasi selanjutnya. Di
ruangan itu hampir tanpa ada peralatan medis, tak seperti pada ruang
sebelumnya.

"Lalu setelah itu saya dimasukkan ke ruang yang tidak ada peralatan lagi
masih di ruang isolasi juga," tambah ibu dua anak itu.

Pada hari kelima, hasil tes darah Moni keluar. Ia dinyatakan sembuh karena
telah negatif dari Covid-19.

Hari itu juga ia diperbolehkan untuk pulang.

Meskipun saat ini Moni sudah kembali ke rumah, namun ia harus tetap
membatasi kegiatan dan menjaga pola makan agar tetap sehat serta tak lupa
rutin mengkonsumsi VCO.

Moni berharap agar warga lainnya yang belum tertular dapat mematuhi aturan
yang sudah ditetapkan pemerintah untuk tidak keluar rumah.

Terlebih, dirinya sebagai mantan pasien Covid-19 sudah merasakan betapa
sakitnya melawan virus maut yang telah merenggut nyawa ratusan ribu orang
hanya dalam beberapa bulan terakhir tersebut.

Sebagai penutup, Moni tak lupa mengucap syukur ke hadirat tuhan YME.

Catatan:
Guru Besar Kimia Universitas Tanjungpura Prof Dr Thamrin Usman DEA menyebut
sejatinya virus corona amat rentan menyerang manusia yang daya tahan
tubuhnya sedang lemah.

Untuk menguatkan daya imun atau kekebalan tubuh dapat dilakukan dengan
berbagai cara.

Salah satunya dengan mengkonsumsi secara rutin produk lokal Indonesia,
yaitu minyak kelapa perawan alias Virgin coconut oil. Bahan lokal ini jika
dikonsumsi secara rutin terbukti dapat menaikkan daya sistem imun tubuh
(inmune booster).

Ini adalah salah satu cara yang simpel sebagai langkah preventif dalam
melawan virus corona.

Jika dilihat prinsip kerjanya, minyak kelapa ini juga sudah pernah
digunakan untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus, seperti
Hepatitis, HIV dan lain sebagainya dengan hasil yang cukup memuaskan.

VCO bisa didapatkan dalam bentuk jadi di apotek, toko online ataupun
melalui olahan sendiri.

Semoga bermanfaat.

Testimoni seorang eks penderita Corona, Monica Sihaloho (Mama Abe), Sabtu,
28 Maret 2020.

link FB:
https://mobile.facebook.com/monica.sihaloho.73

(Monica, yang sembuh dari corona/Foto: Istimewa)

#StayStrongIndonesia
#AyoLawanCorona

LAPOR 2.png (229 KB) LAPOR 2.png Anonymous, 03/30/2020 03:28 AM
LAPOR 4.png (484 KB) LAPOR 4.png Anonymous, 03/30/2020 03:28 AM
LAPOR 3.png (241 KB) LAPOR 3.png Anonymous, 03/30/2020 03:28 AM
LAPOR 1.png (216 KB) LAPOR 1.png Anonymous, 03/30/2020 03:28 AM
250
250
250
250

History

#1 Updated by Arief Putra 4 months ago , visible to Muhammad Hafiz Riandi (muhammad.hafiz.riandi@gmail.com) from Muhammad Hafiz Riandi

  • Status changed from Open to Closed
  • Assignee changed from Aribowo Sasmito to Arief Putra
  • % Done changed from 0 to 100

Hits: Minyak Kelapa Jadi Obat Covid-19, Kerusakan Otak pada Pasien Corona
Diterbitkan Universitas Ateneo de Manila (Filipina), Dr Fabian Dayrit dan Dr Mary Newport dari Spring Hill Neonatolody (AS) mengusulkan potensi minyak kelapa sebagai agen yang aman terhadap Covid-19 pada Januari lalu.

Mereka menyebut minyak kelapa dan turunannya telah terbukti aman dan efektif sebagai senyawa antivirus pada manusia dan hewan. Sementara itu, para dokter juga menemukan kerusakan sistem otak pada beberapa pasien Covid-19.

Selengkapnya dapat dilihat di https://www.suara.com/health/2020/04/04/193000/hits-minyak-kelapa-jadi-obat-covid-19-kerusakan-otak-pada-pasien-corona

Also available in: Atom PDF Tracking page