Project

Profile

Help

Task #51071

Spam Kabar Hoaks?

Added by Tangkumahatlegio24 Tangkumahat (tangkumahatlegio24@gmail.com) from Wirandi Radjab 2 months ago. Updated about 2 months ago.

Status:
Closed
Priority:
Normal
Assignee:
Category:
-
Start date:
07/12/2021
Due date:
% Done:

100%

Estimated time:
Company:
Wirandi Radjab
Contact person:
Tangkumahatlegio24 Tangkumahat
Additional contact persons:
Sahabat Sahabat

Description

==================== Teks Hoaks ====================
Pantas saja Pasca Vaksin, Justru Lonjakan Covid-19 lebih
banyakπŸ€”πŸ€”πŸ€”
Ini toh penjelasannya.....

Mohon Dibaca πŸ‘‡πŸ‘‡

Bagi Bapak/Ibu/Sdr. yang sudah menerima vaksin, ataupun yang baru mau
disuntik vaksin Covid-19, ini ada tulisan penjelasan yang mungkin
bermanfaat, dan bisa menambah wawasan kita tentang vaksin. Mohon dibaca
sampai selesai.

Ada seseorang, setelah menerima vaksin Covid-19, pergi ke Bali, menghadiri
acara pesta pernikahan anaknya. Sekembalinya dari acara tersebut, langsung
masuk rumah sakit. Tiga hari kemudian, meninggal dunia karena Covid.

Pandangan dan penjelasan dari seorang dokter, dr.Cynthia, perihal kejadian
tersebut di atas.

dr.Cynthia :
Bagi Bapak/ibu yang sudah menerima vaksin ke-1 (tahap pertama), tidak
diperkenankan banyak melakukan aktivitas yang berat-berat. Mereka harus
lebih banyak istirahat di rumah, jangan pergi ke mana-mana dulu, karena
setelah menerima vaksin, justru akan lebih mudah terinfeksi virus. Imunitas
tubuh belum terbentuk sempurna (apapun jenis vaksinnya) pada tahap pertama
ini.

Ada beberapa lansia juga di Surabaya yang terkena Covid, karena setelah
di-vaksin, mereka tidak mau istirahat. Mereka menganggap, kalau sudah
di-vaksin Covid-19 itu aman, sehingga bisa bepergian kemana-mana.

PERLU DIKETAHUI, bahwa antibodi itu terbentuk sempurna, 2 MINGGU SETELAH
VAKSIN KEDUA.

Maka dikuatirkan ada ledakan Covid positif pasca Vaksin disebabkan adanya
pemahaman yang salah dari banyak orang, bahkan semua orang penerima vaksin.

Tulisan ini dibagikan untuk membantu pengertian bersama, terutama golongan
lansia yang tidak begitu mengerti.

● Vaksin ke-1 (Tahap I) ●
Setelah disuntik vaksin ke-1, harus menunggu 21 - 28 hari untuk pelaksanaan
penerimaan suntik vaksin ke-2.

Mengapa? Karena vaksin ke-1 harus bereaksi dulu dengan tubuh dan mulai
membangun sistem kekebalan tubuhnya sendiri.

Ingat ya, bahwa SESUDAH DIVAKSIN TIDAK OTOMATIS LANGSUNG KEBAL.

Dalam masa ini, bila kita dekat-dekat dengan orang yg positif Covid, maka
akan TETAP BERBAHAYA, TETAP BISA TERJANGKIT, karena kekebalan anti Covid-nya
belum siap. Setidaknya, harus menunggu 21 hari kemudian.

● Vaksin ke-2 (Tahap II) ●
Tahap kedua adalah pembangunan sistem imunitas Anti Covid dan sistem ini
juga perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang, serta menjalin kekebalan
dengan antigen yg telah disuntikkan di dalam vaksin pada Tahap I sebelumnya.
Hal ini memakan waktu kira-kira 14 - 21 hari, barulah imunitas anti Covid
bisa terbentuk aktif.

Jadi, pada masa sebelum 14 hari, pasca atau setelah suntikan ke-2 apabila
berdekatan dengan orang yang positif Covid, maka akan TETAP BERBAHAYA, TETAP
BISA TERJANGKIT, karena kekebalan anti Covid-nya belum siap.

Jadi bila dihitung-hitung, dari Vaksin ke-1 menuju Vaksin ke-2 hingga
kekebalan tubuh itu terbangun, maka para penerima vaksin itu harus menunggu
sekitar 2 bulan untuk mereka dinyatakan kebal covid sekitar 85% - 92%.

Jadi, bukannya vaksin itu tidak bagus dan tidak efektif, melainkan karena
proses cara bekerja vaksin itu diibaratkan seperti membangun dinding tembok
tanggul untuk menahan banjir, sepetak demi sepetak, waktu demi waktu, secara
bertahap. Tidak seperti sulap/sihir: Simsalabim langsung kebal setelah
disuntik.

Dikhawatirkan banyak yang salah paham dan berlaku salah, seolah-olah merasa
diri langsung kebal, yang malah akan menyebabkan pertambahan ledakan kasus
Covid. Dan akhirnya akan sia-sialah uang negara yang sudah keluar banyak
untuk vaksin, apabila para penerima vaksin tidak patuh dan disiplin dalam
mengikuti prosedur S.O.P. yang telah diinformasikan oleh petugas kesehatan
terkait. Sedangkan perlu diketahui, bahwa saat ini banyak negara miskin yang
tidak mampu untuk membeli vaksin Covid.

Salam SehatπŸ™

===================== Pesan =======================
Apakah ini asli?? ====================================================
Category: kompas ====================================================

History

#1 Updated by Riza Dwi about 2 months ago , visible to Tangkumahatlegio24 Tangkumahat (tangkumahatlegio24@gmail.com) from Wirandi Radjab

  • Status changed from Open to Closed
  • Assignee changed from Aribowo Sasmito to Riza Dwi
  • % Done changed from 0 to 100

CEK FAKTA: Benarkah Setelah Divaksin Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19? Ini Faktanya

Klaim bahwa penerima vaksin akan lebih gampang terpapar virus Covid-19 keliru. Tingkat kerentanan untuk terinfeksi virus Covid-19 sebelum dan sesudah vaksin sama saja. Yang bisa mencegah seseorang tertular hanya dengan menjalankan protokol kesehatan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-benarkah-setelah-divaksin-lebih-mudah-terinfeksi-covid-19-ini-faktanya.html

Also available in: Atom PDF Tracking page