Project

Profile

Help

Task #36688

.MENURUT NAJWA SIHABSOAL COVID19 KINIKITA BUKAN BODOH TAPI DIBODOHKAN KITA T...

Added by Harry Sufehmi about 1 month ago. Updated 30 days ago.

Status:
Closed
Priority:
Normal
Assignee:
-
Start date:
06/22/2021
Due date:
% Done:

0%

Estimated time:
Company:
-
Contact person:
-
Additional contact persons:
-

Description

Request for fact check about

*.*‼️

MENURUT NAJWA SIHAB:

SOAL COVID-19 KINI:
KITA BUKAN BODOH TAPI DIBODOHKAN, KITA TIDAK MISKIN TAPI DIMISKINKAN OLEH SEBUAH SISTEM.

Rapid tes itu cek darah, sedangkan Covid-19 tidak masuk ke DARAH

Rapid tes itu cuma cek antibodi reaktif / muncul atau non reaktif bukan cek VIRUS.

Jika antibodi muncul /reaktif dianggap ada virus atau bakteri dan tidak tahu itu Virus atau Bakteri apa langsung vonis hasilnya POSITIF.

Orang FLU kalau ikut rapid tes hasilnya pasti POSITIF karena antibodinya reaktif muncul.

Jadi hasil rapid tes POSITIF belum tentu kena CORONA. Itu hanya menunjukkan ANTIBODINYA reaktif/muncul.

PCR tes pun hanya menunjukkan/mengindikasi keberadaan adanya VIRUS tapi tidak bisa menunjukan itu virus apa dan juga tidak bisa membedakan antara virus hidup dan virus mati akibat sudah di bunuh sama antibodi kita.
Tes PCR akan memberikan petunjuk hasil positif jika ada virus tapi tidak bisa nengidentifikasi virus jenis apa dan virus hidup atau virus mati.

Selama ini tidak ada yang meninggal disebabkan murni karena Virus Corona.
Kalau penyebabnya dikarena terlalu banyak bermacam² virus yang ada didalam tubuh sehingga antibodi kalah dan tidak mampu mengalahkan virus yang terlalu banyak dan bermacam² itu adalah benar.

Jika ada ribuan yang meninggal itu menunjukkan sebelum adanya covid-19 banyak ribuan orang sudah terjangkit virus lain.
Sehingga ketika kena covid kondisi tubuh semakin parah antibodi yang ada didalam tubuh tidak sanggup melawan dan mengatasi lagi.

Jadi kemungkinan yang kata media bertambah banyak yang kena corona / covid 19, dilihat dari hasil rapid tes itu belum tentu kena covid-19, Sekali lagi rapid tes cuma mendeteksi antibodi seseorang muncul / reaktif apa tidak, Sedangkan orang flu aja antibodinya pasti muncul /reaktif jika dikakukan rapid tes dengan hasilnya pasti akan positif.

Jadi waspada boleh, Takut juga boleh, Tapi tidak perlu berlebihan sampai ketakutan akut / depresi, Sebab itu akan mempengaruhi imun kita menurun dratis / drop.

Semisal contoh kasus pertama beberapa hari yang lalu ada orang waktu malam tubuhnya panas, deman, batuk², muntah², sesak nafas dan besoknya meninggal Ternyata orang ini kena typus.

Contoh kasus kedua, seseorang panik ketakutan kena corona otomatis jantungnya berdebar kencang mengakibatkan sesak nafas dan besok meninggal.

Contoh kasus ketiga seseorang dengan aktifitas tinggi bekerja terlalu keras lupa istirahat badannya kelelahan jadi lemah, sress dari tes medis meninggalnya bukan karena virus corona tapi karena masuk virus lainya disebabkan imun turun karena kelelahan dan stress berat.

Semoga kita semua semakin paham tentang Covid-19 ini. Dan mindset / pola pikirnya berubah menjadi tenang dan selalu positif menghadapi segala situasi dan kondisi yang tidak menentu saat ini.

Karena itu.....
#tetaplah tenang
#tetaplah semangat
#tetaplah enjoy
#jangan panik
#jangan emosi
#jangan susah

Blokir semua postingan postingan gambar/berita yang negatif dan menakutkan segera hapus, selalu berpikir positif, selalu bersyukur, perbanyak doa, semoga kita semua senantisa di berikan keselamatan didunia dan diahirat Aamiin.

sumber : Najwa Shihab ( AFS-er !!!)

Click or copy-paste the url below in your browser to notify or invalidate the request.

Invalidate Request: https://kalimasada-1.turnbackhoax.id/menu-kalimasada/process.php?invalidate=23508

Notify Requesters: https://kalimasada-1.turnbackhoax.id/menu-kalimasada/process.php?notify=23508

From Cekfakta Kalimasada Whatsapp.

History

#1 Updated by Harry Sufehmi 30 days ago

  • Status changed from Open to Closed

Also available in: Atom PDF Tracking page